Showing posts with label Peribahasa. Show all posts
Showing posts with label Peribahasa. Show all posts

Tuesday, August 17, 2010

PERIBAHASA

Ø Seciap bagai ayam, sedencing bagai besi
Seia-sekata, senasib sepenanggungan

Ø Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga
Perbuatan baik itu takkan terlupakan selamanya

Ø Bahasa menunjukkan bangsa
Tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal –usulnya

Ø Tangan mencecang bahu memikul
Orang yang mempunyai tanggungan berat

Ø Bekerja bahu- membahu
Bekerja gotong- royong untuk mencapai hasil

Ø Mencabik baju di dada
Menceritakan aib keluarganya sendiri

Ø Mengukur baju orang di badan sendiri
Mengukur derajat orang lain dengan diri sendiri

Ø Tersembunyi dibalik kata
Mempunyai maksud lain dari apa yang  dikatakan

Ø Balik belakang lain bicara
Orang yang mengingkari janji

Ø Bangau- bangau minta aku leher, badak- badak minta aku daging
Orang yang selalu iri dengan orang lain

Ø Bagai terpijak bara hangat
Orang yang gelisah ditimpa kemalangan

Ø Jangan dipegang seperti bara, terasa hangat dilepaskan
Karena dirasa pekerjaan itu berat, terasa susah lalu dilepaskan

Ø Berjalan sampai keatas, berlayar sampai ke pulau
Kita harus berusaha sungguh- sungguh untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan

PERIBAHASA

Ø Alu patah lesung hilang
Menderita kemalangan secara terus menerus
Ø Bagai guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan
Sesuatu yang tidak berguna lagi, biasanya dicampakkan begitu saja

Ø Belum beranak sudah berpesan
Belum berhasil sudah mengharapkan yang bukan- bukan
Ø Belum beranak sudah ditimang
Menganggap sudah menguasai sesuatu, tapi persyaratannya belum mencukupi

Ø Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukkan
Menyelesaikan urusan orang lain, tapi urusan sendiri di abaikan

Ø Anak baik menantu molek
Mendapat kentungan yang berlipat ganda

Ø Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal- tinggalkan
Kalau kita sayang pada anak/istri, hendaknya kita mau memarahinya demi memberi pelajaran yang baik
Ø Bayang- bayang sepanjang badan
Pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan

Ø Awak sakit daging menimbun
Seseorang yang mengatakan kekurangan, padahal banyak hartanya

Ø Awak rendah sangkutan tinggi
Seseorang yang berpenghasilan rendah, namun mempunyai tanggungan yang besar

Ø Awak yang tidak pandai menari, dikatan lantai yang terjungkit
Untuk menutupi kebodohannya maka dicari kesalahannya pada orang lain

Ø Ayam bertelur dilumbung padi mati kelaparan
Orang yang tidak dapat memanfaatkan kekayaannya

Ø Seperti anak ayam kehilangan induknya
Menderita kesusahan karena kehilangan pemimpin

Ø Menerka ayam dalam telur
Menentukan sesuatu yang mustahil terjadi

PERIBAHASA

·        
Ø Kecil-kecil anak, kalau sudah besar menjadi onak
Waktu masih kecil selalu menyenangkan, tetapi bila sudah besar biasanya selalu menyusahkan

Ø Angan- angan  mengikat tubuh
Memikirkan yang bukan- bukan, akhirnya mendapat susah sendiri

Ø Angan- angan menerawang langit
Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi

Ø Kemana angin deras bertiup, kesana pula condongnya
Orang yang tidak mempunyai pendirian tetap

Ø Angin berputar, ombak bersambung
Hal uang sulit diselesaikan karena banyak sangkut pautnya

Ø Kalau tidak angin bertiup, takkan pohon bergoyang
Sesuatu kejadian pasti ada sebab-sebabnya

Ø Anjing  menyalak tiada menggingit
Omong besar, tapi penakut

Ø Seperti anjing dengan kucing
Selalu bermusuhan

Ø Anjing itu sekalipun dipukul, berulang kali pula iakembali ke tempat yang banyak tulang
Orang yang jahat itu akan selalu mengulang kejahatannya, meskipun sering
 dihukum 

Ø Seperti api dalam sekam
Kejahatan yang tidak kelihatan, karena disembunyikan

Ø Jauh dipanggang dari api
Jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan

Ø Kalau tidak ada api, masakan ada asap
Bila tidak ada sebab tentulah tidak ada akibat

Ø Membasuh arang di muka
Menghilangkan malu

Ø Arang habis besi binasa, pekerja penat saja
Suatu usaha yang tidak memberikan hasil, hanya menimbulkan kerugian saja

Ø Asam digunung, ikan di laut bertemu dalam belangga
Biarpun jauh tempat tinggalnya, kalau sudah jodoh pasti ketemu juga

Ø Menggantap asap, mengukir langit
Pekerjaan yang sia- sia belaka

Ø  

Sunday, August 15, 2010

PERIBAHASA

Ø Kalah jadi abu menang jadi  arang

Sama- sama mendapat rugi

Ø Berdiang di abu dingin

Meminta pertolongan pada orang yang tak  dapat menolong

Ø Asal ada kecilpun pada

Kalau tak ada rezeki yang banyak, sedikitpun boleh juga

Ø Ada gula ada semut

Dimana banyak kesenangan, di situ pula banyak orang berkumpul

Ø Ada udang dibalik batu

Ada maksud tertentu yang tersembunyi

Ø Adat teluk timbunan kapal

Kita meminta pada yang punya, kita bertanya pada yang pandai

Ø Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam

Orang muda harus sabar menahan rindu, orang tua harus sabar menghadapi kesukaran

Ø Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung

Segala sesuatu haruslah dikerjakan menurut adat istiadat yang berlaku

Ø Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah

Hendaklah kita menurut adat yang baik

Ø Air tenang menghayutkan

Orang pendiam biasanya banyak pengetahuan

Ø Air beriak tanda tak dalam

Orang yang banyak bicara biasanya bodoh

Ø Air cucuran atap  jatuhnya ke pelimpahan juga

Biasanya tabiat orang tua akan menurun pada anaknya

Ø Air susu dibalas dengan tuba

Kebaikan dibalas dengan kejahatan

Ø Air dicincang tiada putus

Dalam sebuah keluarga tidak akan tercerai berai karena hanya perselisihan saja

Ø Bagai air diatas daun talas

Orang yang tidak tetap pendiriannya

Ø Bermain air basah, bermain air letup

Mengerjakan sesuatu pekerjaan akan mendapat imbalan sesuai dengan perbuatannya

Ø Menepuk air di dulang terpecik muka sendiri

Orang yang membeberkan rahasia keluarganya, akan mendapat malu sendiri

Ø Pandai bermain minyak

Orang yang pandai memanfaatkan barang yang tidak berguna, tetapi hasilnya sesuatu yang berharga

Ø Sambil menyelam minum air

Orang yang mengerjakan pekerjaan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya

Ø Sebelum ajal berpantang mati  

Kita tidak boleh mudah menyerah atau putus asa

Ø Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi

Kita belajar hendaklah dengan sungguh- sungguh, jangan setengah- setengah

Ø Jika tidak ada akar rotanpun jadi

Kalau tidak ada yang lebih baik, yang kurang baikpun akan berguna

Ø Kalau pandai mencincang akar, mati lalu kepucuknya

Jika pemimpinnya sudah kalah, maka anak buahnya akan menyerah pula

Ø Alah bisa karena biasa

Orang yang sudah lancer melakukan pekerjaan, karena sudah terbiasa mengerjakannya

Ø